Home / Berita Umum / Edy Rahmayadi Tidak Sukses Merampungkan Skandal Penyusunan Score

Edy Rahmayadi Tidak Sukses Merampungkan Skandal Penyusunan Score

Edy Rahmayadi Tidak Sukses Merampungkan Skandal Penyusunan Score – Ketentuan itu dilemparkan langsung didepan seluruhnya peserta kongres. Bukan tiada faktor, Edy mundur lantaran beberapa masalah yang berlangsung dalam dunia sepak bola tanah air. kumparan coba meringkas sejumlah faktor yang bikin Edy hendak memutuskan untuk mundur dari kepengurusan PSSI:

1. Tidak sukses merampungkan skandal penyusunan score

Edy mundur dari ketum PSSI, satu diantaranya dia dipandang tidak sukses dalam merampungkan masalah penyusunan score waktu lalu.

“Tidak sukses, dilarang mengatur score, berlangsung mengatur score. Ada perkelahian (kala persaingan), itu ‘kan tidak sukses bermakna saya. Moga-moga wartawan mendukung PSSI lebih baik,” kata Edy selesai pidato pengunduran dianya sendiri, Minggu (20/1).

Sampai sekarang Satgas Antimafia Bola tetap selalu mengerjakan pengecekan berkaitan masalah pengaturaan score di sepak bola nasional. Sampai kini polisi telah mengambil keputusan 10 orang terduga dalam masalah itu, sejumlah salah satunya ialah DI, JH, ML, DS, P, MR, serta VW.

2. Jauhi Perseteruan

Purnawirawan TNI AD itu merasa keputusanya mundur dari tempat ketua PSSI, menjadi langkah bijak. Hal itu untuk jauhi perseteruan pada badan PSSI.

Tidak hanya itu, ia ikut terasa PSSI adalah organisasi yang miliki dinamika sangat berat. Ada beberapa moment berikan warna perjalanan PSSI dibawah kepemimpinan Edy Rahmayadi sepanjang tahun 2018.

“Jika saya ikuti emosi, berkelahi. Agar saya keluar untuk PSSI yang lebih baik.”

“Ada kesulitan yang demikian sensasional. Dari supporter, pemain, sampai berlangsung korban. Ada menyalahi hukum, penyusunan score dan seterusnya. Saya tidak jelas. 32 tahun saya lakoni organisasi, PSSI ini sangat berat yang saya alami,” ujar Edy.

3. Bukan mau melepas tanggung jawab

Ketentuan Edy untuk mundur dari tempat Ketua Umum PSSI memang cukuplah mengagetkan. Edy mengatakan mundur bukan lantaran mau lari dari tanggung jawab untuk mengelola PSSI.

“Untuk Allah, bukan lantaran saya ingin mengalah atau menyerah. Namun keperluan bangsa ini segala-galanya,” papar Edy di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Bali.

“Saya mundur bukan lantaran saya tidak bertanggungjawab, saya bertanggungjawab,” lanjut Gubernur Sumatera Utara ini.

4. Konsentrasi berubah menjadi Gubernur Sumatera Utara

Edy mengatakan pengunduran dianya sendiri dengan cara langsung didepan banyak pengurus PSSI. Dia mengatakan faktor berbeda mengundurkan diri dikarenakan mau konsentrasi menjalankan pekerjaannya menjadi Gubernur Sumatera Utara.

“(Lalu) Gubernur Sumut, konsentrasi kesana,” papar Edy.

5. Dikhianati anak buahnya

Pengakuan berlainan berkaitan faktor Edy muncur, muncul dari Manajer Persib bandung Umuh Muchtar. Umuh menjelaskan, konsentrasi mengelola Sumatera Utara tidaklah aspek terpenting faktor kenapa Edy mundur dari tempat Ketua Umum PSSI.

“Mundurnya Pak Edy ikut musti disaksikan dasarnya apakah. Ia, seperti saya menyebutkan barusan, dikhianati oleh anak buahnya sendiri. Saat ini biarlah Pak Edy konsentrasi menjabat menjadi Gubernur serta melepas jabatan Ketua Umum, untuk Indonesia ikut,” tutur Umuh.

Untuk sesaat waktu, sekarang, tempat Ketum PSSI akan di isi oleh Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, sampai periode jabatan tuntas. Memandang kepengurusan PSSI, selayaknya Edy menjabat menjadi Ketum sampai 2020.

About admin