Jusuf Kalla Menyambangi Museum Olimpiade Di Lausanne

Agen Casino

Jusuf Kalla Menyambangi Museum Olimpiade Di Lausanne – Wakil Presiden (Wakil presiden) Jusuf Kalla meluangkan diri memandang seragam serta raket Susy Susanti waktu menggapai medali emas di Olimpiade 1992 di Barcelona di Museum Olimpiade di Lausanne, Swiss.

Wakil presiden JK lakukan kunjungan kerja ke Jenewa, Swiss, untuk jadi pembicara dalam acara Global Basis for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019.

Tidak hanya itu JK menjumpai Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach untuk mengulas penyalonan Indonesia jadi tuan-rumah Olimpiade 2032 akan datang.

Perbincangan itu adalah lanjutan dari pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Thomas Bach di Istana Bogor pada 1 September 2018, atau 1 hari sebelum penutupan Asian Games 2018.

Pada tahun yang kemarin, Presiden Jokowi cukup yakin diri bicara dengan Bach masalah penyalonan Indonesia jadi tuan-rumah Olimpiade memandang keberhasilan menyelenggarakan Asian Games 2018.

Wakil presiden Jusuf Kalla dibarengi Menko PMK Puan Maharani datang ke Museum Olimpiade di Lausanne, Swiss, selesai mengunjungi serta jadi pembicara pada Global Basis for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019. Wakil presiden Jusuf Kalla dibarengi Menko PMK Puan Maharani datang ke Museum Olimpiade. (Dok. Biro Wartawan Setwapres)

Pertemuan dengan Bach serta Presiden OCA Ahmad Al-Fahad Al-Sabah di Istana Bogor itu dilakukan tindakan Jusuf Masa dengan bertandang ke Swiss. Dalam pertemuan dengan Bach di Jenewa, JK mengupayakan memberikan keyakinan IOC kalau Indonesia serius untuk jadi pengelola multiajang empat tahunan itu.

Selesai bersua dengan Thomas Bach, Jusuf Kalla, menyambangi Museum Olimpiade di Lausanne. Di museum itu JK memandang serta memonitor seragam dan raket yang dimanfaatkan Susy Susanti waktu menggapai medali emas di Olimpiade 1992.

Wakil presiden JK Liat Raket Susy Susanti di Museum Olimpiade
Menurut situs sah Olimpiade, medali emas 1992 itu jadi yang pertama serta ke-2 buat Indonesia semenjak ikuti multievent paling besar di dunia itu pada 1952. Kecuali medali emas Susy Susanti dari nomer tunggal putri bulutangkis, Indonesia menggapai emas di nomer tunggal putra melalui Alan Budi Kusuma.

Di final bulutangkis tunggal putri, Susy Susanti menundukkan pebulutangkis Korea Selatan Bang Soo-hyun 11-5, 11-5, serta 11-3. Emas Susy itu menjadi yang pertama buat Indonesia, lantaran dua jam lalu giliran Alan Budi Kusuma yang menggapai prestasi mirip.

Diambil dari Di antara, dalam papan info busana serta raket itu tercantum tulisan peralatan itu ‘milik Susi Susanti (INA) juara Olimpiade Barcelona 1992. Terima kasih buat pergerakan lincah serta hebatnya dan tehnik pukulan yang menawan. Susi Susanti dipandang sebagai wanita atlet terpilih dalam histori bulutangkis’.

Di museum itu dipamerkan beberapa benda benda punya atlet yang sempat bertanding di kompetisi Olimpiade. Ada pula beberapa obor yang dimanfaatkan buat bawa api Olimpiade.