Home / Berita Umum / Kontroversi Doa Neno Warisman Di Acara Munajat 212

Kontroversi Doa Neno Warisman Di Acara Munajat 212

Kontroversi Doa Neno Warisman Di Acara Munajat 212 – Sekretaris Umum Baitul Musliman Indonesia (Bamusi) Falah Amru mengemukakan seorang dalam membaca doa semestinya mendoakan kebaikan buat semua umat.

” Walaupun sebenarnya jika pengin menunjuk pada tuntunan beberapa ulama berdoa seyogyanya dilaksanakan dengan tata teknik doa yg beradab, ” tuturnya menyikapi pro-kontra doa Neno Warisman di acara Munajat 212. Seperti diambil Pada, Minggu (24/2) .

Di celah acara yg berjalan Kamis malam (21/2/2019) terus, Neno Warisman membacakan suatu puisi yg ada baitnya jadi frontal. Falah memandang, doa yg dikatakan Neno tdk pantas.

Kalau beralasan puisi itu ikuti doa yg sempat di kerjakan Nabi Muhammad SAW, benar-benar doa itu dalam keadaan serta situasi yg benar-benar tidak sama. ” Seperti kisah hadits saat baginda Nabi Muhammad SAW lakukan doa itu, ” papar Falah.

Falah memaparkan, doa yg dilaksanakan Nabi Muhammad SAW pada waktu perang Badar merupakan doa dalam keadaan perang dimana umat Islam banyaknya kian lebih dikit dari pasukan kafir Quraisy, jadi manakah kisah hadist Muslim.

” Rasulullah SAW senantiasa bermunajat terhadap Allah (sesaat ke-2 pasukan telah bertatapan) , beliau menengadahkan tangan dalam situasi menghadap kiblat, sampai rida, kain yg menjuntai di bahu beliau SAW jatuh. Lalu Sayidina Abu Bakar ambil rida serta tempatkan rida di bahu beliau, terus Sayidina Abu Bakar berdiam di belakang Nabi SAW. Terus Abu Bakar berkata terhadap Nabi, duhai Nabi Allah, cukuplah permintaan terhadap Allah, tentu Allah menunaikan apakah yg dijanjikan-Nya kepada-Mu ” .

Dia mengemukakan, doa yg di kerjakan Neno dalam keadaan yg benar-benar jauh tidak sama, kata Bendahara PBNU ini. Jadi, usul Falah kembali, berdoalah dengan sikap serendah rendahnya terhadap Allah saw sekalian berharap keridloan Allah SWT.

About admin