Home / Berita Umum / Perhitungan Politik Sandi, Lepas Wagub DKI Demi Pilpres 2024

Perhitungan Politik Sandi, Lepas Wagub DKI Demi Pilpres 2024

Perhitungan Politik Sandi, Lepas Wagub DKI Demi Pilpres 2024 – Cawapres Sandiaga Uno mengatakan orang yang akan isi tempat wagub DKI Jakarta telah final. Menurut dia, jabatan itu telah diserahkan pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS), tidak ada diskusi masalah itu.

Sandi minta seluruh pihak hentikan rumor jika dianya akan kembali menjabat wakil gubernur DKI Jakarta. Hal tersebut menyikapi rumor jika Sandi akan kembali menjabat wakil gubernur DKI sesudah hasil kalkulasi cepat beberapa instansi survey mengatakan Sandi serta capresnya, Prabowo Subianto, kalah.

Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno meramalkan Sandi tidak ingin kembali pada kursi wakil gubernur DKI Jakarta. Ia memiliki pendapat, Sandi akan turunkan kelasnya sendiri jika kembali pada jabatan yang sudah dibiarkan itu sebab telah maju jadi calon wakil presiden.

“Saat ini telah jadi calon wakil presiden, telah naik level. Jika jadi wakil gubernur , kastanya akan turun. Sandi orang masak, ia akan lakukan hitung-hitungan politik,” kata Adi pada CNNIndonesia.com, Selasa (23/4).

Lihat : Sandi Tekankan Wakil gubernur DKI Jatah PKS: No More Discussion

Pengamat politik dari Kampus Padjadjaran Idil Besar memandang susah buat Sandi untuk kembali tempati kursi wakil gubernur DKI Jakarta.

Walau tidak ada peraturan yang melarang, menurut dia, usaha kembalikan Sandi ke kursi wakil gubernur DKI Jakarta akan memaksa PKS serta Gerindra membuat persetujuan baru serta menganulir persetujuan yang sudah dibikin. Dua partai politik pengusung itu sudah setuju saat Sandi mengundurkan diri untuk mengikuti Prabowo di Pemilihan presiden 2019.

“Permasalahannya, apa parpol yang mengangkat Anies Baswedan serta Sandi dahulu masih tetap ingin terima Sandi kembali? Ini mesti ada proses dalam persetujuan bersama dengan partai itu untuk membawa Sandi kembali pada jabatan itu,” kata Idil.

Lihat : Sandi Perlu Restu Partai Simpatisan Bila Ingin Jadi Wakil gubernur

Sandi telah menyatakan rumor yang menyebutkan dianya akan kembali jadi wakil gubernur DKI Jakarta selesai Pemilihan presiden 2019 mesti di stop. Ia tidak ingin memberi komentar berkaitan rumor itu.

“Saya pikir enough is enough, cukup sudah. Janganlah diolah-olah , janganlah digoreng-goreng . Ini telah adalah ketetapan jika PKS yang memperoleh kursi wakil gubernur, selekasnya ditetapkan serta mungkin ini pengakuan saya [yang] pertama serta paling akhir tentang ini,” kata Sandi di tempat tinggalnya, Jakarta Selatan, Selasa (23/4).

Modal Politik 2024

Tidak hanya masalah kembali pada kursi wakil gubernur DKI Jakarta, beberapa pihak menyebutkan Sandi melawan permasalahan lainnya yakni masalah menjaga karir politik. Beberapa kelompok memandang Sandi menjadi satu diantara figur yang wajar bertanding menjadi calon presiden di Pemilihan presiden 2024.

Direktur Eksekutif KedaiKOPI, Kunto Adi Wibowo, memprediksi Sandi akan ada di jalan politik sesudah Pemilihan presiden 2019. Menurut dia, Sandi selalu meningkatkan investasi politik untuk bertanding kembali di pemilihan presiden akan datang.

“Tentu ia ke politik sebab telah investasi menjadi calon wakil presiden,” katanya.

Kunto memprediksi langkah politik yang akan diambil Sandi selesai Pemilihan presiden 2019 ini ialah masuk dengan parpol. Menurut dia, parpol yang paling sangat mungkin menjadi tempat Sandi berlabuh ialah Gerindra.

“Cukup sulit jika tidak masuk ke parpol,” tutur ia.

Lihat : Sikap Logis Pelaku bisnis di Tengah Beradu Klaim Menang Calon presiden

Akan tetapi, Kunto memprediksi jabatan yang akan dipangku Sandi jika kembali pada Gerindra tidak bisa menempati ketua umum. Menurut dia, jabatan paling tinggi di partai berlambang kepala burung garuda itu masih tetap akan dipegang oleh Prabowo.

Seirama, Adi menjelaskan Sandi mesti mengawasi kesempatan menjadi calon presiden di Pemilihan presiden 2024 dengan masuk ke parpol. Ia mengatakan parpol yang paling sangat mungkin jadi tempat Sandi berlabuh ialah Gerindra.

Menurut dia, langkah masuk dengan parpol penting buat Sandi supaya kepopulerannya tidak tergerus dari beberapa nama mungkin calon presiden yang lain.

“Paling logis masuk Gerindra, menjadi oposisi hingga dapat memberi stimulan elektoral untuk dia,” kata Adi.

About admin