Home / Uncategorized / Tindakan Tak Terpuji Aktifis

Tindakan Tak Terpuji Aktifis

Tindakan Tak Terpuji Aktifis – Jumlah 15 orang aktivis yg diciduk aparat di area land clearing project New Yogyakarta International Airport (NYIA) selanjutnya dilepaskan. Mereka dilepaskan sehabis diamankan di Mapolres Kulon Progo sepanjang lebih kurang 9 jam.

” Telah dilepaskan, dikembalikan ke posko (aliansi solidaritas penolak bandara) dengan kawalan dari Polres jam 20. 30-21. 00 (semalam) , ” kata Kasat Reskrim Polres Kulon Progo, AKP Dicky Hermansyah, dilakukan konfirmasi detikcom, Rabu (6/12/2017) .

Diawalnya, 15 aktivis di tangkap pada dua saat yg tidak serupa. Jumlah 12 orang aktivis yg sebagian besar berstatus mahasiswa digelandang ke Mapolres Kulon Progo dari area land clearing di Desa Palihan, Temon pada Selasa (5/12) siang. Mereka ialah Andre ; Imam serta Rimba (UNY) ; Muslih (FKNSDA) , Rifai (Univ. Mercubuana) ; Mamat, Kafabi, Wahyu, serta Fahri (UIN) ; Samsul serta Chandra (LFSY) ; serta Yogi (UNS) .

Lantas sore harinya, tiga aktivis kembali di tangkap ialah Khoirul Muttakim, Abdul Majid Zaelani, serta Syarif Hidayat (ketiganya mahasiswa UIN Sunan Kalijaga) .

Waktu dilakukan konfirmasi selesai penangkapan aktivis tempo hari, Dicky memanggil alasannya dikarenakan banyak aktivis di anggap halangi sistem land clearing yg dijalankan oleh PT Angkasa Pura I. Tidak cuman itu, banyak aktivis juga tdk punya izin melaksanakan kesibukan solidaritas di area land clearing.

” Mereka halangi sistem land clearing PT Angkasa Pura I, jadi kita amankan di Mapolres. Diamankan sesaat, bukan hanya di tangkap. Sehabis diamankan ini kita data serta mintai info, kelak kita terlepas, ” terang Dicky, Selasa (5/12) .

Pengacara ke-15 aktivis, Adnan Pambudi membetulkan banyak aktivis sudah dilepaskan.

” Barusan malam udah dilepaskan, ” tangkisnya.

Ditambahkannya, pihaknya masih tetap dapat koordinasi dengan aliansi buat step selanjutnya. Lebih-lebih menyangkut lebih dari satu aktivis yg terluka akibatnya aksi represif oknum aparat dan dugaan perusakan/pembubaran data camera punya aktivis yg berstatus jurnalis pers mahasiswa.

” Ada yg luka-luka, ada pers mahasiswa yg saat penangkapan tengah bertugas peliputan tetapi ikut jadi tujuan serta data di kameranya dihapus disangka kuat oleh oknum aparat. Ini masih tetap kita koordinasikan, ” katanya.

About admin