Home / Berita Umum / Vonis Hukuman Penjara Oleh PN Medan

Vonis Hukuman Penjara Oleh PN Medan

Vonis Hukuman Penjara Oleh PN Medan – Penduduk Tanjung Balai Meiliana menjadi perhatian publik selesai Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan vonis 18 bulan penjara menjadi buntut keluhannya bab volume azan di masjid. Ia divonis dengan klausal penistaan agama.

Atas masalah ini, anggota Komisi III DPR dari F-PPP Arsul Sani memberi dukungan menyerahkan banding yg tengah diusahakan pihak Meiliana.

” Pada putusan itu kan masihlah dapat dikerjakan usaha hukum banding. Menjadi kami turut menganjurkan supaya diserahkan banding buat buka peluang Pengadilan Tinggi Medan mengupas kembali bagian keadilan serta kepastian hukumnya, ” papar Arsul, Kamis (23/8/2018).

Tetapi Arsul menyebutkan ketidaksetujuannya apabila masalah ini berubah menjadi bahan kampanye penghilangan klausal penodaan agama yg tertuang dalam KUHP. Ia meyakinkan Klausal 156 serta 156a KUHP ini bakal dikasihkan rumusan yg lebih baik di saat yang akan datang.

” PPP tak kan sepakat apabila putusan itu dipakai menjadi bahan kampanye buat menghapuskan klausal penodaan agama dalam hukum pidana kita. Klausal tentag penodaan agama dalam RKUHP yang akan datang sudah dikasih rumusan yg lebih baik ketimbang Klausal 156 KUHP yg laku sekarang ini, ” papar Arsul.

” Kami lantas masihlah terbuka buat terima perbaikan rumusannya, hingga tdk berubah menjadi klausal karet yg meneror perasaan keadilan, ” tambah dia.

Support banding buat Meiliana juga ada dari anggota Komisi III DPR F-PDIP Risa Mariska. Risa mengharapkan Pengadilan Tinggi (PT) bisa berikan putusan yg adil.

” Langkah Ibu Meiliana ajukan banding pada masalah ini telah pas serta diinginkan Hakim Pengadilan Tinggi bisa berikan putusan yg adil serta bebas dari intervensi dari pihak mana saja, ” ucapnya.

Risa mengakui prihatin dengan vonis yg dijatuhkan pada Meiliana. Menurutnya, masalah ini gak mestinya dibawa ke ranah hukum. Ia lantas menilainya perbuatan yg dikerjakan Meiliana gak termasuk juga kelompok penistaan agama.

” Meskipun sebenarnya masalah beliau ini dapat diakhiri diluar persidangan. Kalaupun lihat perbuatan yg dikerjakan Ibu Meiliana, tdk termasuk juga dalam kelompok menista agama, ” papar Risa.

Awal mulanya, Meiliana dikira menistakan agama Islam sebab protes volume nada azan yg menurut dia terlampau keras. Meiliana divonis 18 bulan bui oleh hakim di PN Medan pada Selasa (21/8). Atas putusan hakim, pihak Meiliana ajukan banding.

About admin